Makassar - Oknum TNI yang diduga selingkuh dengan istri dokter di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata mantan Dandim 1408/Makassar, Letkol LG. Kodam XIV/Hasanuddin mengaku sudah memproses berkas perkara Letkol LG usai ditetapkan sebagai tersangka.
Dikutip dari detiksulsel
"Ya, kalau dilimpahkan pasti tersangka," kata Kapendam XIV/Hasanuddin Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, Selasa (19/11/2024).
Gatot membenarkan Letkol LG dicopot dari jabatannya sebagai Dandim Makassar. Kebijakan ini dilakukan sembari Letkol LG menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Untuk kemarin itu memang beliau mantan Dandim itu, kan, dilepas dulu dari jabatan untuk pemeriksaan," tuturnya.
Gatot memastikan kasus ini masih tetap berproses. Berkas perkara tersangka sudah dilimpahkan pada Senin (18/11).
"Untuk pemberkasan beliau sudah dilimpahkan ke Otmilti (Otmil IV-17 Makassar). Pemberkasannya sudah dilimpahkan ke sana," papar Gatot.
Sebelumnya diberitakan, dokter berinisial JA memergoki istrinya, IR yang selingkuh dengan oknum TNI yang belakangan diketahui mantan Dandim Makassar, Letkol LG. ZA kemudian melaporkan kasus ini ke polisi dan Pomdam XIV/Hasanuddin atas dugaan tindak pidana asusila.
"Saya melapor ke Pomdam. Karena saya tahu ini laki-laki adalah seorang TNI. (Laporannya) 20 September. Saya melapor-lah ke Pomdam," ujar JA saat konferensi pers didampingi pengacara di Jalan Hertasning, Makassar, Selasa (19/11).
JA mengaku mengetahui istrinya di hotel bersama Letkol LG pada Juli 2024. Dari penyelidikan Pomdam, dugaan perselingkuhan itu juga diperkuat dari rekaman CCTV hotel.
"Dia masuk, dia check in sekitar jam 4 sore, waktu saya di Korea bersama anak saya. Dia check in sendiri. Setelah itu, akhirnya kami laporkan ke Pomdam bahwa ada kecurigaan bahwa dia check in di hotel," ungkapnya.
Kasus perselingkuhan itu ternyata membuat JA disomasi dari pihak keluarga istrinya sendiri. JA juga diteror dan mendapat intimidasi saat sejumlah orang mendatanginya di rumah pada Rabu (18/11) malam.
"Sekitar 30 orang. Sekarang ada di rumah saya itu. Sampai sekarang. Itu akhirnya laporkan ke polsek, dari pihak polsek diarahkan ke Polrestabes. Dari Polrestabes kita buat aduan ini," lanjutnya.
Pengacara JA, Fahril Arif menambahkan bahwa total ada tiga laporan terkait dengan kliennya. Pertama, ke Pomdam untuk oknum TNI soal dugaan perselingkuhan dan asusila. Kedua, ke Polda Sulsel untuk istri JA juga soal dugaan perselingkuhan dan asusila. Ketiga, ke Polrestabes Makassar soal dugaan intimidasi.
"Di Pomdam tanggal 20 September, terkait dengan perselingkuhan personel TNI. Yang satunya itu di Polda di tanggal 2 November. Ketiga itu tanggal 18 November, tadi malam, pengrusakan dan pengancaman," pungkasnya.