Kabanjahe -informasi24-sejumlah armada kereta roda tiga pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karo dilaporkan mangkrak dan telantar di area operasional. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari warga, mengingat tumpukan sampah kian membeludak di sejumlah sudut kota Kabanjahe dan Berastagi tanpa penanganan yang maksimal.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan 24/10.26.beberapa unit kendaraan pengangkut limbah tersebut mengalami kerusakan mesin serta pembusukan bodi kendaraan yang dibiarkan begitu saja tanpa adanya perbaikan berkala. Ironisnya, kondisi armada yang minim dan mangkrak ini terjadi di tengah sorotan tajam dari warga lsm.
Keluhan Warga dan Minimnya Fasilitas
Masyarakat Karo, khususnya di pusat pasar Kabanjahe, mengeluhkan minimnya fasilitas pembuangan sampah tong didepan rumah -rumah warga dan lambatnya pengangkutan sampah. Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karo No. 01 Tahun 2024 sebenarnya telah menaikkan tarif retribusi jasa umum pelayanan kebersihan, namun kenaikan tarif ini dinilai warga tidak sebanding dengan peningkatan performa kerja dinas terkait.
“Fasilitas tong sampah sangat minim, ditambah lagi mobil truk sampah banyak yang rusak atau tinggal menunggu jebol. Kalaupun dipaksa jalan, sampahnya berceceran di jalan raya dan baunya menyengat,” keluh salah seorang warga yang melintas di kawasan Kabanjahe.
Kondisi armada yang mangkrak berdampak langsung pada penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) di tegah perkotaan yang meluap hingga memakan bahu jalan, mencemari lingkungan, serta memicu aroma tidak sedap. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Karo segera melakukan pengawasan ketat, mengaudit anggaran perawatan armada, dan memperbaiki fasilitas publik demi kenyamanan masyarakat Tanah Karo.
(PU)














